Alhamdulillah... Dolce & Gabbana Rilis Koleksi Fashion Muslimah!

Kini bukan hanya mimpi lagi, tren busana muslim telah menjangkau masyarakat dunia. Tahun lalu H&M meluncurkan kampanye iklan yang melibatkan model muslimah pertamanya. Kemudian Uniqlo juga merilis brand hijab oleh desainer muslimah Hana Tajima.

Dikutip dari QZ, Rabu 6 Januari 2016, mengawali tahun 2016, label mewah Dolce & Gabbana meluncurkan line fashion gamis dan hijab. Merk yang dikenal dengan iklan-iklan kontroversialnya kini mengambil langkah untuk membuat fashion yang lebih sederhana.



D & G memulai debut koleksinya di situs Arabia Style.com. Mereka menampilkan koleksi gamis dan hijab high end. Tidak seperti biasanya, D & G memberikan tekstur yang sederhana pada koleksinya kali ini. Namun tetap tampak luar biasa. Baju gamisnya dipenuhi dengan teksur-teksur bunga mawar dan lemon, bordir renda hitam-putih, serta warnanya pun cukup netral. Seperti warna netral hitam dan krem.



Jika ditanya mengenai harga, tentu saja kisarannya pun melampaui harga kebanyakan orang-orang. Ini adalah jawaban atas solusi bagi para masyarakat muslim dunia. Mengingat bahwa jumlah muslim di dunia adalah 23 persen dari populasi dunia.

Potensi pembeli muslim

Seperti diketahui sebelumnya, Ada 800 juta wanita muslim di seluruh dunia, dan pada tahun 2013 pembeli muslim menghabiskan sekitar US$ 266 miliar atau setara Rp3.642 triliun untuk membeli pakaian dan alas kaki.

Angka tersebut diperkirakan akan melonjak di tahun 2019 nanti.

Di Timur Tengah khususnya, untuk pasaran barang-barang mewah semacam Dolce & Gabbana terjual sekitar uS$ 6,8 miliar atau setara Rp 94,4 trilun.



Itu juga yang melandasi keputusan Chanel untuk menunjukkan koleksi cruise 2015-nya di Dubai.

Para konsumen Dolce & Gabbana sangat bersemangat akan hal ini tentunya. Baru-baru ini, artikel Newyoker menulis tentang Domenico Dolce Dan Stefano Gabbana yang setiap tahunnya menunjukkan koleksi Alta Moda mereka.

Kedua desainer tersebut secara tidak sengaja mengadakan acara mode selama bulan suci Ramadhan. Itu mengakibatkan tidak adanya banyak tamu dari Timur Tengah

"Lain kali, saya akan melihat apakah bulan tersebut bulan Ramadhan atau tidak. Saya akan mengatur sesuatu yang istimewa di Milan, hanya untuk orang-orang yang tidak bisa datang," kata Dolce.



Loading...
loading...

Leave a Comment