Awalnya Hanya Sakit Perut, Namun Setelah Diperiksa Dokter Kaget Setelah Mengetahui Penyakitnya

Jika Anda memiliki gejala ini, berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Kapan pun Anda merasakan atau melihat sesuatu yang aneh atau tidak biasa di tubuh Anda, ada baiknya untuk selalu melakukan check up. Namun, dengan banyaknya informasi di internet, banyak orang kadang lebih memilih untuk mengobatinya sendiri, karena berpikir untuk bisa menghemat uang.

Kesehatan merupakan hal yang sangat berharga. Kesehatan dapat dijaga dengan pola hidup sehat dan berolahraga. Selain fisik, kesehatan rohani juga harus dilakukan, dengan cara berdoa dan berpikiran positif. Banyak orang yang mengabaikan pola hidup sehat. Selain kesibukan yang menyita waktu, rasa malas juga kerap kali muncul. Check up rutin menjadi hal yang penting. Karena dengan check up rutin, kita jadi dapat melakukan pencegahan sedari dini.

Jangan sampai mengalami hal yang sama seperti kejadian yang menimpa wanita ini. Seperti dilansir viral4real.com, seorang wanita bernama Christine Ching saat itu mengeluh sembelit, sakit perut dan sakit pinggang bagian bawah. Awalnya Ching mengira bahwa itu adalah sakit biasa.

Keluarga Ching menyarankan agar wanita berumur 22 tahun ini memeriksakan diri ke Dokter karena perutnya semakin membesar dan tidak proporsional lagi, tetapi Ching memilih untuk tidak melakukannya, karena alasan periksa ke Dokter itu memerlukan uang yang tak sedikit, dan lebih memilih mencari cara alternatif di Internet.

Sampai pada suatu hari, sakit yang diderita Ching menjadi semakin hebat. Dia pun memutuskan untuk memeriksakan ke Dokter.

Dia berkonsultasi dengan seorang internis, yang kemudian memanggilnya ke OB-gyne setelah melihat bagaimana perutnya membengkak. Segera setelah memeriksa Ching, dokter tersebut mengklaim bahwa dia telah merasakan 'benjolan' di perutnya. Dokter kemudian menyuruhnya untuk menjalani serangkaian tes seperti CT scan, ultra sound, tes darah, dan masih banyak lagi.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan rontgen, Dokter sangat terkejut dengan hasil pemeriksaannya. Dokter mengatakan Ching menderita kanker ovarium, sehingga rahimnya harus diangkat. Selain itu, juga terdapat tumor berukuran 19cm yang harus segera dikeluarkan. Dokter menambahkan bahwa ada kemungkinan 50% tumor tersebut mungkin ganas. Ching pun menjalani serangkaian kemoterapi dan pengobatan lainnya.

Beberapa minggu kemudian, Ching dioperasi. Ovarium kirinya, tuba fallopi, beberapa kelenjar getah bening, omentum dan tumornya, semuanya diekstraksi dan dikeluarkan dari tubuhnya. Namun, segala sesuatunya tidak berakhir di situ. Tumor itu ganas, dan memiliki jenis kanker yang agresif. Pada usia 22 tahun, Ching didiagnosis menderita kanker ovarium.

Dia harus menjalani 4 siklus kemoterapi yang tidak mudah, biayanya besar dan rasa sakit yang luar biasa harus dialaminya selama pengobatan.

Hari ini, dia berharap ceritanya akan sampai pada wanita lain, dan mendesak mereka untuk melakukan pemeriksaan rutin, dan semoga menghindari pengalaman yang mengancam jiwa ini.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa di atas adalah rutin memeriksakan kesehatan adalah hal yang penting. Sehingga kita dapat mengetahui kondisi tubuh kita dan bisa melakukan pencegahan sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Semoga kisah ini bisa bermanfaat bagi Anda, bagikanlah informasi ini kepada wanita lainnya.

Loading...
loading...

Leave a Comment