Bagaimana Bila Seseorang Menikahi Pasangan Hasil Selingkuhan, Apakah Sah? Ini Penjelasannya

Kasus pernikahan hasil merusak rumah tangga orang lain bukan hal baru. Praktik ini, meski dianggap tabu, banyak terjadi di masyarakat.

Padahal, pernikahan terjadi karena ridho Allah SWT. Karena pada hakikatnya, pertemuan dua insan manusia bisa terjadi karena Allah SWT.

Jika pernikahan hasil merusak rumah tangga orang lain terjadi, bagaimana status hukumnya dalam Islam?

Dikutip dari laman konsultasi syariah, perbuatan merusak rumah tangga orang dikenal dalam fikih dengan istilah takhbib. Hal ini sangat dilarang oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Larangan itu tertuang secara tersirat dalam dua hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Hadis pertama diriwayatkan oleh Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani.

"Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia (wanita) melawan suaminya."

Hadis kedua diriwayatkan Ahmad, dishahihkan Syuaib Al Arnauth.

"Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku."

Sementara terkait hukum pernikahan takhbib, penjelasannya ada dalam kitab Al Mausu'ah Al Fiqhiyah.

"Sebagian ulama menegaskan dengan memberikan putusan paling susah untuknya dan melarangnya. Sampai Malikiyah mengatakan, bahwa wanita yang berpisah ini diharamkan untuk menikah dengan lelaki yang menjadi penyebab kerusakan rumah tangganya, diharamkan untuk selamanya. Sebagai hukuman baginya, dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan. Agar semacam ini tidak menjadi celah bagi masyarakat untuk merusak hubungan para wanita (dengan suaminya)."

"Mereka – ulama Malikiyah – menyebutkan bahwa nikahnya dibatalkan, baik sebelum berhubungan maupun sesudah berhubungan, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan mereka. Namun yang menjadi perbedaan adalah apakah lelaki pelaku takhbib itu diharamkan untuk menikahi wanita selamanya ataukah tidak sampai selamanya."

Klik Selanjutnya untuk membaca selengkapnya

Loading...
loading...

Leave a Comment