Bak Kisah Dongeng, Pengasuh Bayi Asal Wonogiri ini tak menduga akan dinikahi Bule Tampan

Tidak ada yang menduga kedatangan Rini (21), bersama seorang lelaki muda di kampung halamannya di Dusun Klepu, Ngambarsari, Karangtengah, Wonogiri akan membuat heboh warga dusun setempat. Pasalnya sosok lelaki itu adalah seorang warga negara asing (WNA) atau bule muda berwajah tampan.

Warga menjadi ramai meminta berswafoto bersama lelaki bule tersebut, ia berkulit putih dan bermata biru itu. Ezra Liam Honan namanya. Usianya 20 tahun asal Selandia Baru. Ezra berasal dari Duke, St Stuart Park, New Zeland putra Mr. Honan dengan Rebeca Elizabeth Honan.

Kedatangan Ezra saat itu ternyata memiliki maksud tersendiri. Ia datang untuk menemui kedua orang tua Rini sekaligus menyampaikan niat mempersunting perempuan yang dikenalnya lebih dari satu tahun lalu tersebut.

Rini, gadis Dusun Klepu, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tak pernah bermimpi berjodoh dengan seorang bule tampan bermata biru asal Selandia Baru.

“Sebenarnya orangtua sudah saya kasih tahu saya mau dinikahi Ezra sejak lama. Tapi, waktu kami kali pertama sampai rumah, mereka tetap saja kaget. Mereka seperti tak percaya saya mau menikah dengan orang bule. Jangankan orangtua, saya saja masih seperti tak percaya bisa menikah dengan bule,” kata Rini.

Perempuan bernama asli Sri Rahayu itu akhirnya resmi menikah dengan Ezra di Kantor Urusan Agama (KUA) Karangtengah, Wonogiri, Jumat 26 Januari 2018 pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, Ezra juga sudah menjadi mualaf.

Kisah cinta gadis itu sempat menghebohkan dunia maya setelah menikah dengan Ezra Liam Honan (20), pria berwajah tampan dan bola matanya biru asal Selandia Baru yang bekerja di Australia sebagai manajer perusahaan ritel, Jumat (26/1/2018).

Rini yang bernama asli Sri Rahayu (21) menikah dengan Ezra bukan hanya soal dua sosok yang jauh berbeda. Diketahui Rini, selain gadis desa lulusan SMP, pekerjaannya hanyalah seorang babysitter di sebuah apartemen di Jakarta Pusat.

Senin (29/1/2018), Rini yang mengaku berada di Jakarta menyebutkan, setelah menikah dengan bule ganteng, ia banyak di-bully netizen di media sosial. Salah satu pemicunya adalah usia yang lebih tua.

"Setelah viral di media sosial karena saya menikah dengan bule ganteng, banyak yang posting komentar di Instagram. Salah satunya, katanya saya lebih tua," ujar Rini.

Meski mendapat komentar miring, Rini tak peduli. Ia meyakini bahwa Ezra merupakan jodoh yang sudah ditakdirkan dari Tuhan untuk mendampinginya.

Apalagi, untuk sampai ke jenjang pernikahan, Ezra dan Rini harus melalui berbagai cobaan. Cobaan itu mulai dari orangtua yang awalnya tidak setuju hingga pengurusan administrasi pernikahan yang menguras energi.

"Saat ini saya senang sekali setelah menikah dengan Ezra. Pasalnya, perjuangan berat yang harus saya lalui dalam dua bulan terakhir hingga akhirnya saya menjadi istri sah Ezra," ungkap Rini.

Pasangan Ezra, warga Selandia Baru, dan Rini resmi menjadi suami istri setelah melakukan akad nikah di Dusun Klepu, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (26/1/2018). Untuk pengurusan administrasi pernikahan, ia dan Ezra mengaku harus bolak-balik Wonogiri-Jakarta. Namun, ia bersyukur cobaan itu bisa mereka lalui.

"Kami sampai terbang Solo-Jakarta sebanyak tiga kali dalam dua hari untuk mengurus kelengkapan administrasi pernikahan. Bahkan kami pernah ketinggalan pesawat karena terjebak macet tiga jam," kata Rini.

Ia mengaku belum bertemu dengan mertuanya setelah menikah dengan Ezra. Saat ini dirinya fokus mengurus visa agar bisa bertemu mertuanya di Selandia Baru.

"Sekarang saya masih bekerja di Jakarta. Setelah surat selesai diurus, saya akan menyusul Ezra di Australia, lalu menemui mertua saya," ucap Rini.

Ketika ditanya ke mana akan berbulan madu, putri bungsu pasangan Sukiman dan Wagiyem itu mengaku belum ada waktu untuk berbulan madu, apalagi Ezra akan kembali bekerja.

Seusai akad nikah, pasangan Ezra dan Rini berfoto bersama dalam resepsi pernikahan di Dusun Klepu, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (26/1/2018).

Rini juga bercerita, pertama kali berkenalan dengan suaminya itu di Pantai Kuta Bali setahun yang lalu. Setelah berkenalan, ia sering berkomunikasi dengan Ezra via jejaring sosial Facebook, WA, dan telepon setiap hari. Komunikasi keduanya berjalan lancar karena Rini bisa berbahasa Inggris. Kemampuannya berbahasa Inggris didapatnya dari anak yang diasuhnya berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

"Anak yang saya asuh biasa menggunakan bahasa Inggris maka saya bisa berbahasa Inggris," ungkap Rini.

Ia tidak mengingat kapan Ezra menyatakan cinta kepadanya. Hanya saja, ia mengingat saat Ezra melamar dirinya.

"Dia melamar saya waktu liburan kedua di Bali, Agustus 2017," ujar Rini.

Setibanya di kampung halaman, banyak yang minta swafoto dengan Ezra. Tak hanya itu, saat berada di Central Park, banyak perempuan yang meminta foto dengan suaminya.

Saat Ezra mengungkapkan keinginannya untuk melamar, Rini memberikan syarat calon suaminya harus seiman dengan dirinya. Ezra pun akhirnya memutuskan menjadi mualaf dan siap menikahi dirinya.

"Sebelum menjadi mualaf, dia butuh waktu. Akhirnya dia bilang setuju," tuturnya.

Menurut Rini, sebenarnya Ezra menginginkan menikah pada akhir tahun 2017. Namun, keinginannya itu batal lantaran bapaknya mengalami kecelakaan di Solo sehingga pernikahannya ditunda.

Ia menambahkan, saat Ezra dikenalkan kepada keluarganya, kedua orangtuanya keberatan merestui hubungan mereka karena khawatir Rini jauh dari kampung halamannya. Tetapi, ia mampu meyakinkan kepada orangtuanya bagaimana perjuangan Ezra menikahi dirinya hingga menjadi mualaf.

"Orangtua saya takut dan tidak mau saya pergi jauh dari rumah. Tetapi, setelah dijelaskan bahwa saya dan Ezra akan datang menengok ke Wonogiri, akhirnya kedua orangtua saya merestui," jelas Rini.

Rini meyakini Ezra serius dan tidak main-main menikahinya. Hal itu terlihat dari sikap Ezra yang baik, peduli, dan tegas bila dirinya berbuat salah.

Tak hanya itu, saat prosesi ijab kabul, Ezra berjuang untuk menghafalkan teks yang harus diucapkan. Sewaktu latihan di KUA, dia melafalkan ijab kabul dengan lancar. Tetapi, setelah prosesi ijab kabul di rumah, Ezra jadi grogi karena dilihat banyak orang.

"Saking groginya, Ezra akhirnya dituntun saat ijab kabul," kata Rini.

Kepala Desa Ngambarsari, Fitri Hanany, yang dihubungi terpisah, mengaku banyak turut membantu dalam proses pernikahan Rini dan Ezra. Selain pengurusan administrasi pernikahan, ia sempat menanyakan keseriusan Ezra meminang putri ketiga pasangan Sukiman dan Wagiyem itu.

"Saat membuat surat pengantar nikah, saya sempat menanyakan kesediaan Ezra untuk menjadi mualaf bila ingin menikahi Rini. Ia menyatakan bersedia menjadi mualaf dan orangtuanya mendukung Ezra menikah dengan Rini," ujar Fitri.

Selain itu, kata Fitri, sebagai kepala desa, juga menanyakan kepada Ezra tentang kesungguhannya menikahi Rini. Ia khawatir setelah menikah Rini hanya dijadikan mainan pasalnya banyak terjadi kasus bule mempermainkan wanita Indonesia khususnya yang dari desa.

"Saya sempat tanya, jangan-jangan Rini hanya jadi main-main. Lalu Ezra sampaikan bahwa dia serius," ungkap Fitri.

Bagi Ezra, lanjut Fitri, Rini merupakan cinta sejatinya. Ezra memercayai cinta itu bukan persoalan fisik saja. "Menurut saya, wajah Rini itu biasa saja. Tapi menurut Ezra, Rini itu cantik dan ia menyukainya. Ia percaya cinta bukan penampilan fisik saja," kata Fitri.

Saat ditanya alasan menikah minggu ini, Fitri mengungkapkan, saat itu Ezra mengatakan bahwa dirinya hanya memiliki izin libur dari perusahaan di Australia bulan ini. Selain itu, visanya juga mau habis.

"Pasca menikah, Ezra mau tinggal bersama Rini di Australia. Rencananya mereka mau membeli rumah di Jakarta," tutur Fitri.

Bagi Fitri, ia melihat sosok Ezra sebagai pria yang baik dan bisa menghargai orang lain. Ia mencontohkan saat kemarin Ezra sempat menelepon dirinya untuk berpamitan dan menyampaikan ucapan terima kasih.

Tak hanya itu, ibu kandung Ezra adalah seorang aparatur pemerintah setempat yang menyayangi keluarga. "Di Selandia Baru, ibunya mengangkat sepupunya untuk tinggal di rumahnya," ungkap Fitri.

Menurut Fitri, banyak orang meragukan pernikahan Ezra dan Fitri paling hanya seumur jagung. Untuk itu, ia meminta keduanya membuktikan bahwa pernikahan dan kisah cinta mereka akan langgeng selamanya.

"Makanya saya minta mereka buktikan," ucap Fitri.

Kepala Desa (Kades) Ngambarsari, Fitri Hanany, menilai pernikahan Rini dan Ezra unik sehingga informasi itu menjadi viral di dunia maya. Ia tak menyangka ada warganya yang menikah dengan orang bule. Dia berdoa pernikahan keduanya langgeng. 

“Dengan ikut mengurus persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan, saya jadi punya pengalaman berharga,” kata Fitry.

Sedangkan Kapolsek Karang Tengah, AKP Gunawan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede mengemukakan seperti biasanya, acara ijab qabul dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Karangtengah Muh.Yan Sanwani. "Dengan 20 orang warga sebagai saksi," kata Kapolsek Karang Tengah, AKP Gunawan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede dikutip dari wonogiri.sorot.co.

Dengan adanya pernikahan yang baru kali pertama terjadi di Kecamatan Karang Tengah ini maka selaku Kanit Binmas IPDA Sukamto memberikan bimbingan dan penyuluh kepada kedua mempelai sebelum dilangsungkan pernikahan, sekaligus pengecekan terakhir legalitas administrasi dengan melibatkan Kanit intel selaku Pengawasan Orang Asing (POA) tingkat Polsek. 

Pernikahan Rini dan Ezra menjadi viral sejak diunggah oleh akun Instagram @undercover.id, dituliskan keterangan sebagai berikut:

"Bahagia, gadis desa karangtengah Wonogiri ini saat dipinang bule New Zealand," tulis dalam foto tersebut.

Setelah itu, akun tersebut menuliskan keterangan foto:

"Pemandangan pernikahan yang tidak biasa terjadi di Kecamatan Karang Tengah, pasalnya KUA Kecamatan Karang Tengah menikahkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari New Zeland.

Disampaikan oleh Kapolsek Karang Tengah, AKP Gunawan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, pernikahan antara 2 kebangsaan yang berbeda tersebut kiranya berlangsung pada (26/01/2018) sekira pukul 16.00 WIB.

Pernikahan keduanya menggunakan adat Jawa, Sri Rahayu (21) putri dari Sukiman dan Wagiyem adalah warga asli Kabupaten Wonogiri. Ia tinggal di Dusun Klepu, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karang Tengah.

Hari ini, Sri menikah dengan seorang warga New Zeland bernama Ezra Liam Honan (20) warga Duke, St Stuart Park, New Zeland, putra Mr. Honan dengan Rebeca Elizabeth Honan.

“Seperti biasanya, acara ijab qabul dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Karangtengah Muh.Yan Sanwani dengan 20 orang warga sebagai saksi,” katanya, Jumat (26/01/2018).

Paur Humas AIPDA Iwan sumarsono menjelaskan, Kanit Binmas IPDA Sukamto memberikan bimbingan dan penyuluh kepada kedua mempelai sebelum dilangsungkan pernikahan, sekaligus pengecekan terakhir legalitas administrasi dengan melibatkan Kanit intel AIPDA Windi Winda selaku Pengawasan Orang Asing (POA) tingkat Polsek.

Dalam himbuannya Kanit Binmas memberikan penyuluhan tentang tradisi adat istiadat di Indonesia lebih khusus di Kecamatan Karangtengah."

Pernikahan mereka berdua kini jadi buah bibir para warganet karena mereka kaget dan juga iri terhadap Rini.

Betapa beruntungnya Rini dinikahi seorang bule asal New Zealand.

Loading...
loading...

Leave a Comment