Bayi Ririn Ekawati Menangis Ketika Didekatkan dengan Jenazah Sang Ayah

Bintang film sekaligus pemain sinetron Ririn Ekawati (34) sedang berduka. Suami tercintanya, Ferry Wijaya (33) telah berpulang, Minggu (11/6/2017). Namun, Ririn tak dapat mengantar Ferry ke haribaan bumi pertiwi.

Kepergian sang ini semakin membuat sedih Ririn, karena saat itu dia tengah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah bersama ibundanya pada 29 Mei-13 Juni 2017.

Manajer Ririn, Mario alias Markoneng mengatakan, ketika mengetahui kabar suaminya telah meninggal, Ririn sedih bukan kepalang.

Akan tetapi, dia tidak bisa segera kembali ke Tanah Air, melainkan Minggu sore baru tiba di Indonesia.

Dia menjelaskan, waktu kepulangan Ririn terlalu mepet dengan waktu pemakaman sang suami.

Ririn, kata Markoneng, rela tidak mendampingi Ferry ke tempat peristirahatan terakhirnya di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Menurut Markoneng, Ririn mengatakan kepadanya bahwa jika waktunya tidak bisa menunggu kedatangannya ke Tanah Air, sebaiknya jenazah Ferry segera dimakamkan.

Apalagi, Ririn juga sudah melihat jenazah suaminya melalui video call.

Suami Ririn Ekawati, Ferry Wijaya meninggal dunia akibat penyakit leukimia yang dideritanya sejak satu tahun belakangan ini.

Ferry menghembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, kemarin, sekitar pukul 00.15.

Ririn Ekawati menikah dengan Ferry pada 2015. Pasangan ini dikaruniai satu anak pada 22 Desember 2016. Putrinya ini bernama Abigail Cattaleya Putri.

Sebelum dinikahi Ferry, Ririn sempat gagal mempertahankan rumah tangganya bersama Edwin Abeng.

Ririn dan Abeng menikah pada tahun 2001 dan bercerai tahun 2008.

Tujuh tahun pernikahannya, Ririn dikaruniai satu orang putri, Jasmine Salsabila Abeng.

Baik-baik saja

Ririn sempat berkomunikasi dengan suaminya saat berada di Mekkah dan Madinah melalui video call.

“Karena memang saat komunikasi Ferry bilang ke Ririn itu tidak kenapa-kenapa, sudah sehat atau baik-baik saja. Eh ternyata Tuhan berkehendak lain,” ucap Markoneng di rumah duka, di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (11/6).

Meski tak percaya, bintang film Dibalik 98 ini mengaku ikhlas dengan kepergian sang suami.

“Ririn bilang dia sudah ikhlas, meski tidak mendampingi suaminya dari sebelum dan sudah menghembuskan nafas terakhir,” ucap Markoneng.

Menurut Irwan, paman dari Ferry Wijaya, leukimia atau kanker darah yang menyerang ke keponakannya ini belum lama. Awalnya, penyakitnya Ferry dianggap penyakit biasa.

“Dia sakit belum terlalu lama. Dia memang ada maag dan ke lambung. Sebelumnya memang ada rencana berobat keluar negeri, tapi Ferry bilang berobat di Indonesia. Sakitnya memang belum parah banget jadi dianggapnya dia hanya sakit biasa saja,” kata Irwan.

Dia menambahkan, Ferry malah menganggap remeh penyakitnya.

“Pertamanya kayak asam lambung. Dokter curiga ke sana (leukimia). Belum diperiksa jauh. Tapi belakangan ini baru diperiksa jauh,” ucapnya.

Vonis menderita kanker darah terhadap Ferry baru beberapa bulan lalu.

“Kami pikir masih bisa diatasin dan sembuh. Dia masih usia 30 lebih yah masih bisa sembuh, kata dokter kecuali sudah usia 40 yang sulit,” ucapnya.

Ferry juga pernah dirawat intensif di rumah sakit. Namun, Ferry mengaku sudah sehat dan baik-baik saja.

“Cuman kami enggak disangka sama sekali. Ini spontan banget. Kemaren Ferry juga sempat ke Puncak, Bogor bersama anak-anaknya untuk jalan-jalan,” ujar Irwan.

Ririn menyaksikan jenazah suaminya melalui video call yang direkam memakai ponsel oleh Rini Yulianti (31), adik Ririn.

Rini memperlihatkan jenazah Ferry kepada Ririn yang saat itu dalam perjalanan dari Jedah dan Mekkah menuju Indonesia itu.

“Mas Wijaya...,” kata Ririn sambil terisak tangis.

Bayi Ririn pun menangis, saat didekatkan kepada jenazah Ferry. (m6)

Sambil Gendong Putri Kecilnya Ini yang Dikatakan Ririn Ekawati di Makam Sang Suami

Ririn pun pulang dan langsung menuju pemakaman, di mana ia tiba di pemakaman sekitar pukul pukul 21.30 WIB, menggunakan kerudung hitam, baju putih corak hitam, dan rok hitam.

Raut wajah sedih dan isak tangis Ririn pun mengantarkan proses pemakaman Ferry yang berlangsung setelah Ririn tiba.

Meski menangis, Ririn tampak terlihat tegar dan suda ikhlas. Ia pun memeluk Ferry sebelum dimasukan ke liang lahat.

"Aku ikhlas ditinggal mu," suara rintihan Ririn sambil menangis saat Ferry mulai menyatu dengan tanah.

Sambil menggendong putri kecilnya, Abbigail Cattleya Putri Ririn pun menaburkan bunga diatas makam sang suami sambil menangis.

Tentu, tangisan sanak saudara, keluarga, dan kerabat pun menghantarkan Ferry menuju tempat peristirahatan terakhirnya. 

Loading...
loading...

Leave a Comment