Di Balik Kecantikan Puteri Mentari Ternyata Ada Duka Yang Amat Mendalam

Puteri Mentari Sitanggang, wakil Sumatera Utara di kontes Puteri Indonesia 2017 berhasil menembus babak enam besar Malam grand final pemilihan Puteri Indonesia 2017 digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (31/3/2017).

Puteri sempat bersaing dengan wakil dari DKI Jakarta 5, Jawa Barat, NTT, Jawa Tengah, dan Jambi. Namun, ia akhirnya harus puas langkahnya terhenti di babak enam besar. Bunga Jelitha Ibrani dari DKI Jakarta akhirnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2017.

Sebelum menjadi Puteri Sumut 2016, ia telah menyambet gelar Jaka Dara Kota Medan dan Miss Unpri (Universitas Prima Indonesia). Gadis cantik ini juga terkenal ramah dan sering dipercaya menjadi master of ceremony.

Namun, di balik kisah suksesnya, Puteri Mentari ternyata memiliki kisah sedih yang membuatnya bertekad untuk mejadi yang terbaik. Kisah sedih mahasiswa Kedokteran ini dapat dilihat dari berbagai fotonya dan pesan yang ia unggah di akun Instagramnya, @tarotenggeng.

Desember lalu, tak lama setelah penobatannya sebagai Puteri Sumut, Puteri ditinggalkan selamanya olah ayahnya, Nelson Sitanggang. Jenasah Nelson ditemukan oleh polisi di rumahnya di Samosir.

Kepada media, Puteri menduga ayahnya mendapat serangan jantung akibat terlalu banyak memikirkan permasalahan yang dihadapi.

Ayahnya ditemukan meninggal oleh beberapa polisi yang mendobrak rumahnya di Samosir. Setelah menghadiri penobatan Puteri Sumut, ayahnya memang langsung pulang ke kampung sendiri. Rencananya Puteri dan ibunya akan menyusul ke Samosir setelah Puteri selesai ujian.

Menurutnya, sang ayah mulai banyak pikiran sejak memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus Nelson Sitanggang mendapat peliputan yang cukup luas dari media terutama di Jambi, tempatnya terakhir bertugas.

Nelson Sitanggang, dipensiunkan dini lewat sidang etik Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Majelis menyatakan Nelson melakukan tindakan indisipliner dengan menolak mutasi ke Pengadilan Tinggi (PT) Jambi dan tidak mau menjalani hukuman non palunya.

Nelson dihukum lantaran melakukan pelanggaran selama bersidang di PN Jambi. Dia diberi pelanggaran oleh Bawas MA pada 14 Maret 2013. Bentuk hukumannya, Nelson dimutasi ke PT Jambi dan tidak boleh bersidang alias non palu.

Meski tidak boleh bersidang, Nelson tetap harus ke kantor untuk absen kerja. Tetapi Nelson tidak pernah masuk kerja dan menolak bekerja di PT Jambi dengan alasan sakit. Tetapi, pembelaan Nelson ditolak majelis.

Saat sidang di Mahkaham Agung, Nelson sempat mengungkapkan kesedihannya.
"Jujur saja, saya dipermalukan," kata Nelson menangis di hadapan majelis MKH, di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (10/9/2014), seperti dikutip dari Tribunnews.

Nelson mengaku diperlakukan tidak adil dalam kasus ini. Nelson juga mengatakan ada ketidaksenangan Ketua PN Jambi dan skenario polisi untuk menjebaknya atas kasus yang ditanganinya.

#fightforpapa

Sejak meninggalnya sang ayah, Puteri beberapa kali mengunggah foto ayahnya di Instagram. Ia juga membuat tanda #fightforpapa di hampir setiap unggahannya. Tari percaya bahwa ayahnya adalah hakim yang baik dan ia ingin menunjukkan itu kepada orang lain.

"Pa.. Tari baru 1 langkah pa untuk angkat kasus papa. Tari pengen orang tau kalau papa hakim terbaik untuk Indonesia. Kenapa sih pa????" tulisnya di Instagram.

Kiprah Nelson Sitanggang Sebagai Hakim

Nelson Sitanggang dikenal sebagai Hakim Tipikor yang tegas dan adil dalam menjalankan tugas selama dirinya menjabat Hakim. Bahkan, kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan mantan kepala daerah di Jambi sampai ketar-ketir dibuatnya pada saat persidangan. Sebut saja kasus Damkar 2004 di Provinsi Jambi yang menjerat mantan Bupati Tanjung Jabung Timur Abdullah Hich, mantan Bupati Tebo Madjid Muaz, mantan Walikota Jambi Arifien Manap, mantan Ketua DPRD Kota Jambi Zulkifli Somad dan masih banyak lagi.

Yang paling tegas dalam menegakkan hukum di Jambi dilakukan Nelson Sitanggang saat “memaksa” mantan Sekda Kota Jambi yang kala itu menjabat Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) (Periode 2010-2015) hadir sebagai saksi dalam kasus terdakwa Arifien Manap dalam kasus Damkar. Saat sidang Rabu (6/3) di PN Jambi, aktivis melakukan demo terhadap HBA.

Banyak kasus korupsi penting yang ditangani Nelson Sitanggang di Tipikor Jambi. Selain kasus Tipikor, kasus narkoba kelas “kakap” juga ditangani Nelson Sitanggang secara tegas tanpa pandang bulu.
Sikap tegas dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu ini, akhirnya berimbas penonaktifan jabatan Nelson Sitanggang SH MH selaku Hakim Tipikor Jambi dan berujung kepada pengunduran diri.

Informasi yang dilansir tribunnews akhirnya Nelson Sitanggang (49) diberhentikan  dari profesinya sebagai hakim. Nelson diberhentikan dengan tetap dengan hak pensiun melalui keputusan Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang digelar Mahkamah Agung (MA) bersama Komisi Yudisial (KY) di MA, Rabu (10/9/2014).

Banyak kalangan saat itu bertanya kenapa hal demikian bisa terjadi terhadap Hakim Tipikor yang dinilai tegas dalam memimpin sidang Tipikor dan komitmen dalam pemberantasan kasus korupsi di Jambi.

Kalangan wartawan yang kala itu  kerap meliput di PN Jambi merasa kehilangan sosok hakim tegas dan bersahabat dengan pers seperti Nelson Sitanggang SH MH. Sosok pria berdarah Batak ini dikenal sangat tegas dalam memimpin sidang tipikor dan kasus lainnya yang ditanganinya.

Loading...
loading...

Leave a Comment