Dituduh Menghamili Gadis, Ustadz ini Hanya Diam Tak Melawan, Setahun Kemudian Kebenaran Terungkap

Terkadang berbuat baik terhadap seseorang yang dikenal, apalagi setelah difitnah, tidaklah mudah. Tapi di dunia ini, ternyata masih ada beberapa orang yang masih bisa berbuat baik walaupun dia difitnah begitu rupa.

Ada seorang gadis yang bernama Shinta. Terlepas dari usianya yang masih sangat muda, Shinta ternyata hamil dengan pria yang tidak diketahui identitasnya. Ia pun melahirkan tanpa seorang suami.

Suatu hari karena Shinta tidak tahan dengan apa yang ia alami serta gunjingan tetangga, ia mengatakan kalau ayahnya adalah seorang Ustadz muda yang mengajar ngaji di dekat rumah mereka.

Akhirnya dengan marah, keluarga ini mendatangi dan memberikan anak yang ada di tangan Shinta ke Ustadz itu.

Ajaibnya, Ustadz ini hanya mengatakan, "Oh, begitu ya. Baiklah" Kemudian menggendong anak itu.

Sejak hari itu, si Ustadz tetap mengajar ngaji seperti biasanya, ia harus menggunakan sedikit uang yang dia punya untuk membelikan susu bagi si anak kecil yang kini jadi tanggungannya.

Berita ini kemudian menyebar, pamor sang Ustadz ini semakin buruk, dan banyak orang yang mulai menyebarkan gosip dan fitnah.

Hari demi hari lewat, setahun kemudian, Shinta mengaku pada orangtuanya kalau ayah dari anak yang dilahirkannya itu bukanlah si Ustadz.

Dia merasakan siksaan batin yang sangat besar selama setahun. Dengan perasaan bersalah, mereka pun mendatangi rumah si Ustadz dan melihat kondisinya yang sangat kurus, namun anak yang dirawatnya tumbuh sehat dan gemuk.

Shinta kemudian meminta maaf dengan perasaan yang sangat bersalah, tapi Ustadz itu dengan tersenyum dan dengan sopan mengatakan, "Oh, begitu ya. Baiklah.."

Shinta dan keluarganya bingung, kemudian bertanya, "Maaf, anda telah kami rugikan, tapi kenapa Anda masih sebaik ini pada kami? Kenapa Anda tidak membela diri Anda?"

Sang Ustadz lalu menjawab dengan tersenyum, "Sebagai seorang Ustadz, saya tidak seharusnya terlalu mempedulikan hal seperti itu.

Nama baik, apalah artinya buat kami, para Ustadz? Diejek dan difitnah orang juga tidak jadi masalah. Kalau dengan menjaga anak itu aku bisa meringankan beban si gadis dan menyelamatkan 1 nyawa, bukankah saya sudah berbuat baik?

Lagipula, kalaupun saya berusaha untuk membenarkan diri saya, tidak banyak orang yang bisa menerima apa yang saya katakan.

Karena itu untuk apa saya menyusahkan diri sendiri dan hidup dibawah perkataan orang lain?"

Mereka semua kemudian diam dan Ustadz ini kembali berkata di tengah keheningan, "Seseorang, kalau memang percaya pada kita, dia akan percaya pada kita. Kalau dia dari awal tidak percaya pada kita, kita berusaha sekeras pun masih tetap meninggalkan keragu-raguan di dalam hatinya."

"Bukankah akan lebih baik kalau aku hanya diam dan tidak berusaha untuk membela diriku sendiri? Manusia itu akan selalu menghakimi kita. Saat kita berbuat baik, kita akan dibilang punya tujuan tertentu.

Saat kita salah, mereka akan menambah garam pada luka. Tapi toh suatu hari setelah semuanya itu akan lewat, hasil dari perjuangan kita yang mereka lihat.

Karena itu biarlah kita selalu jadi orang yang berbuat baik dan biarkan waktu yang membuktikan apakah kita benar-benar baik atau hanya bermain sandiwara."

Langit yang berawan belum tentu akan hujan.

Putus hubungan belum tentu adalah hal yang paling menyedihkan.

Dibenci oleh orang lain belum tentu akan berlangsung seumur hidup.

Kekecewaan belum tentu akan berakhir pada keputus asaan.

Hidup ditengah-tengah orang banyak belum tentu bahagia.

Diam, belum tentu tidak peduli.

Kegagalan tidak harus membuat seseorang menyerah.

Mukjizat masih bisa terjadi.

Kita tidak perlu terlalu peduli apa kata orang, jangan terlalu bersedih saat hidup tidak seenak yang kita bayangkan. Jangan menyerah hanya karena Anda gagal.

Difitnah, disakiti, memang sakit rasanya, tapi bukan berarti Anda harus menyerah di dalam hidup.

Jangan pernah mengemis, jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena Anda layak untuk bangkit dan mendapatkan hal yang lebih baik.

Rajin-rajinlah bekerja, tetaplah berbuat baik, berkata-katalah segala sesuatu yang menginspirasi, bersyukurlah dalam segala hal. Kalau kita selalu ingat hal-hal ini, niscaya hidup kita akan jadi lebih baik.

Keadaan kita mungkin tidak berubah, miskin tidak akan langsung jadi kaya, kesedihan tidak akan langsung hilang, tapi ketika sikap kita berubah.

Kita juga akan melihat dunia dari sisi yang berbeda, Insha Allah kita akan melihat kalau hidup itu indah.

Loading...
loading...

Leave a Comment