Kisah Wanita Duduk Sendiri di Pelaminan ini, Setelah Menikah Nasibnya Lebih Miris Lagi

Pernikahan menjadi dambaan setiap pasangan. Momen bahagia itu terpancar saat keduanya berada di pelaminan usai mengucap janji setia. Lalu bagaimana jika salah satu keluarga tidak menghendakinya? 

Hal itu seperti dialami pemilik akun Facebook Via Kecile yang kisahnya ia bagikan di media sosial, Kamis (21/9/2017). Via mencurahkan isi hatinya setelah memutuskan menikah pada 15 April 2017.

Setelah menikah itu Via ternyata selalu dihadapkan pada beragam masalah yang menguji dirinya. Termasuk saat dirinya harus duduk di kursi pelaminan seorang diri tanpa kedatangan pembelai pria dan keluarganya.

Ekspresi kecewa kedua orangtuanya pun tak dapat disembunyikan. Walaupun begitu Via tetap berusaha tersenyum.

Begini kisah curahan hati Via seperti dikutip Tribunstyle.com dari laman Facebooknya.

"Mungkin ini cerita saya yang benar2 kuat jalanin masalah2 ini :)
Saya Menikah sama dia pas tanggal 15 April 2017 dan dimana dia mengucapkan janji nya, saya akad dilakukan malem hari dan dilakukan juga bukan dirumah tapi ditempat lain karena entah kemau siapa mungkin mereka tidak mau orang lain tau. Ok saya terimain.

Disitu saya emang menikah langsung secara agama dan selesai akad dilakukan buku surat menikah aku sama dia dipegang sama orang tua dia, aneh kan? Tapi gpp saya terimain juga.

Setelah menikah aku sama dia masih dalam diam2 seperti orang masih pacaran, untuk tidur satu ranjang pun kita tidak pernah dia mungkin di ancam sama orang tua. Begitu tega nya kan keluarga dia? :) tapi saya tetap terima, Padahal kan kita sudah SAH tapi tetap seperti orang pacaran. Saya emang tidak direstuin sama orang tua dia, tapi kan semua ini salah anak nya juga namanya sudah kejadian yg harus nimpa sama aku dan dia ywdh mau gmana lagi kan..

Dan Akhir nya Orang tua saya dan keluarga sepakat untuk membikin acara Resepsi dan acara itu di selenggarakan pada Tanggal 17 Mei 2017 .

Dan disitu keluarga saya memberitahu keluarga dia, dan emang keluarga dia bilang tidak akan bawa apa2 Ok saya dan orang tua terimain.

Pas acara dimulai keluarga dia benar2 tidak ada datang ataupun hadir di acara itu dan begitupun dia juga tidak datang, entah mungkin diumpetin sama orang tua nya entah gimana saya gak ngerti, begitu tega nya keluarga dia terhadap saya.

Dan saya dipelaminan duduk sendiri betapa sakit nya kan saya :') Tapi saya coba untuk tegar dan saya menghargai orang tua saya yg sudah membikin acara itu. Betapa baik nya punya orang tua seperti beliau :') 

Dan setelah acara selesai keluarga dia datang untuk meminta maaf, mereka minta kekeluargaan. Ok saya akhirnya maaf.n mereka dikira saya sudah di maaf.n tuh mereka sudah mau terimain saya dan akui saya sebagai menantu nya, tapi kok buktinya knp mereka malah sering membikin saya sakit hati kenapa?!!

Tapi saya tetap sabar, sabar, dan sabar terus karena aku tau Tuhan gak tidur :') Tuhan melihat semua nya :')

Aku sama dia pun Rumah tangga seperti bukan Rumah tangga ya karena itu orang tua dan kaka dia slalu ikut campur dan seperi tidak boleh kalau aku sama dia slalu bareng, aneh kan? Tapi yasudahlah aku terimain aku masih sabar :')

Aku slalu ngertiin mungkin emang dia masih kuliah di Universitas Singa Perbangsa (UNSIKA) dan biaya pun masih dari orang tua nya juga, tapi sedikit pun orang tua dan kaka nya sangat tidak punya hati banget..

Dia emang slalu bilang dia juga ingin serius sama aku pengen slalu bareng sama aku tapi apa daya dia juga bilang dia tertekan sama ibu dan kaka nya.. Yatuhaaan kejam nya mereka itu yah :')

Sadar kalian tuh sadar mau sampai mana kalian membenci orang lain!!!!! Hati kalian ini apa!!!!

Saya akui emang saya orang tidak punya, tidak seperti kalian yang punya segalanya!! Tapi inget semua itu hanya titipan hanya titipan!! Jangan seenak nya kalian seperti ini kepada keluarga saya!!

Kalaupun kalian dulu anggap saya! Akui saya! Mungkin kejadian ini gak akan saya laporin! Saya sudah capek! Sudah tidak ada lagi kata sabar! Dan sekarang liat lah kelakuan Dia yang begitu kejam!

Asal anda tau yah kejadian ini bukan lah cuman sekali dua kali! Dari pas semenjak pacaran pun emang dia sering main fisik tapi saya slalu sabar! Tapi ini dia sudah kelewatan! Anak kuliahan kok begitu yah!!
Saya sudah benar2 sakit hati sakit banget!!! Jangan anggap maslah ini sepele!! Kita main Hukum!! 

Pikir sama anda gimana kalau anda disiksa sama suami anda jg hah, apa anda tetap mau terima? Apakah orang tua anda juga tetap mau terima hah?

Kalian tuh berpendidikan semua tapi otak kalian seperti orang tidak berpendidikan!!

Sengaja saya share foto2 nya biar semua teman nya tau bahwa dia sudah menikah!!

Dan ini bukti aku sama dia akad, aku dipelaminan sendiri, dan dianiyaya dia!!"

Enam jam setelah diunggah postingan ini telah dibagikan sebanyak 1.341 kali oleh netizen, hingga Kamis (21/9/2017) malam.

Membaca curahan hati Via, netizen merasa terharu dan terut prihatin.
Echa Junaidi: "Smoga kejadian ini akan kembali kepada orang yg menyakiti.karna karma masih ada.ttp tenang ae tidak ad manusia yg sempurna."

Nova Setyo: "Up...semoga setelah ini mendapatkan banyak kebaikan dan kebahagiaan dari segala arah buat anda dan keluarga anda mba...semoga kesabaran mba nya mendapatkan jalan yg lapang dari Allah...aamiin"
Milla Kurniawan: "Astagfirullah kejam bgt yg sabar ya teh, pasti org seperti itu dpt blsany". 

Postingan tersebut akhirnya dihapus sendiri oleh Via karena kuatir banyak orang tidak memahami persoalan sebenarnya yang tengah ia alami.

"Mohon maaf Mungkin post saya yang tadi dihapus karena mungkin banyak orang yang tidak memahami nya..
Dan disini saya sudah melaporkan dia atas kejadian KDRT dan saya pun sudah di visum juga..
Jadi mohon maaf banget untuk post tadi saya hapus bukan nya cuman ingin tenar aja ya tapi itu semua emang NYATA!! 
Dan untuk melaporkan ke kampus nya biar pihak kepolisian saja yg melaporkan nya atas mahasiswa nya seperti itu.. 
Dan pokonya Makasih banyak buat yang udah peduli dan suport nya juga
Bener-bener makasih banyak yah" tulis Via.

Dari penelusuran kami, ternyata Via sebelumnya menagalami KDRT yang dilakukan oleh Fahmi Agustian suaminya. Via juga telah menjalani visum dan melaporkan KDRT yang dialaminya tersebut ke Polisi.

Dalam laporan polisi yang dibuat, Fia menjelaskan, pada hari sabtu tanggal 16 september 2017 bertempat di kontrakan Budi Jl HS Ronggo Waluyo Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang diduga telah terjadi tindak pidana KDRT yang dilakukan oleh fahmi suami korban.

“Waktu itu saya bilang minta diaku oleh orang tua pelaku. Terjadi cek cok kemudian fahmi menarik tangan saya kemudian dipelintir dan dicubitin, dan pipi ditampar sebanyak dua kali, lalu didorong ketembok,” terangnya. Senin (18/9).

Malahan kata Fia, tidak hanya sebatas itu kaki kiripun kena tendang. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar dibeberapa bagi tubuh, padahal kondisi korban sedang mengandung anak pelaku.



“Ketika ditanya bapak di rumah awalnya tidak mau jawab, hanya bilang mungkin pengaruh kandungan. Lama-lama ditanya ngaku juga. Saya jelasin semuanya. Saat itu juga langsung dibawa kerumah sakit puriasih jatisari,” katanya.

Orang tua korban Asep Rohmatin tidak terima atas perlakukan pelaku terhadap anak perempuannya apalagi hanya karena disebabkan persoalan sepele. Diakui Asep, memang selama menjalin rumahtangga korban belum mendapat perlakuan tidak enak dari orang tua pelaku. Namun, itu semua tidak menjadi persoalan bagi keluarga korban, yang penting anak bisa bahagia dengan suaminya.



“Tapi ini mah sudah keterlaluan. Bukannya dibahagiakan, kok malah disiksa. Persoalan ini kami ajukan keranah hokum. Sudah dilaporkan ke Polres Karawang kemarin siang. Saya yang antar,” pungkasnya. 

Menurut Asep Rohmatin orang tua korban KDRT mengatakan, kejadian tersebut baru diketahui setelah anaknya dijemput pulang usai nginap dikosan suaminya dikarawang. Dimana korban mengeluhkan kondisi kaki terasa sakit, tapi korban tidak langsung mengatakan bahwa sakitnya itu akibat kekerasan yang dilakukan pelaku.

“Hari senin kemarin fia dibawa nginep dikarawang oleh suaminya. Fahmi kan masih kuliah. Malam minggu tadi, fia dijemput takut kenapa-kenapa karena sedang hamil tujuh bulan. Sampai dirumah, fia ngeluh kakinya sakit, ketika dilihat pada berwarna biru. Setelah didesak, ngakunya bekas dianiaya oleh si fahmi.

Dan penganiayaan ini bukan kali pertama dilakukan sipelaku, cuman gak berani ngomong karena takut,” terang Asep kepada Jurnalnews.online, Minggu (17/9/2017).

Upaya hukum yang ditempuh diharapkan bisa memberikan efek jera bagi si pelaku. Karena bagi Asep, apa yang sudah dilakukan pelaku terhadap anaknya sudah tidak bisa ditolelir. Bahkan, sebelum kejadian tersebut berbagai peristiwa menyakitkan sudah sering dirasakan oleh pihak keluarga, dan mungkin kejadian ini puncak dari kesabaran.

“Harus diproses secara hukum. Karena jelas penganiayaan adalah tindak pidana. Kami tidak terima anak saya mendapat perlakuan seperti itu, Walaupun keluarga pelaku minta upaya kekeluargaan,” pungkasnya.



Loading...
loading...

Leave a Comment