Masih Ingat Nek Ramlah? Ga Nyangka Ada Pria Yang Mau Meminangnya, Namun Ditolaknya

NEK Ramlah (65) atau di sapa Mak Inop, janda miskin yang hidup sebatang kara di Desa Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya belakangan ini menjadi sosok viral di media sosial karena hidupnya yang miskin dan sebatang kara.

Ia sudah 12 tahun hidup sebatang kara di sebuah rumahnya di Dusun Rubek, Desa Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Hidup dengan penuh kekurangan tidak membuat Mak Inop putus asa atau mengeluh kepada orang lain. Walau usianya sudah senja, namun kegigihannya dalam mencari makan untuk sehari-hari tetap ia tekuni, meskipun terkadang kaki tuanya tak sanggup untuk melangkah.

Ditemui di rumahnya yang hanya berdindingkan papan, Mak Inop tampak tegar, walau sesekali ia menyapu pipi lesunya yang berlinang air mata mengingat akan takdir hidup yang ia jalani. “Bersyukur masih diberikan umur sehat dan tempat tinggal dan berdekatan dengan tetangga yang mau memperhatikan saya,” tuturnya.

Ia menceritakan kehidupannya sejak 12 tahun lalu setelah berpisah dari suaminya, hanya dijalani sendiri tanpa ada seorang pun anak. “Saya memang gak punya anak, cuma ada anak tiri, ya namanya juga anak tiri setelah berpisah dengan ayahnya saya tidak ada yang peduli,” ceritanya.

Kesedihan Mak Inop kembali ditambah dengan kondisi rumah yang ia tempati tidak memiliki sumur untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. “Kalau untuk minum dan wudhu saya hanya mengandalkan air hujan yang ditampung dalam timba-timba kecil di depan rumah,” ungkapnya.

Dalam gelapnya malam, Mak Inop hanya ditemani penerangan yang dihasilkan lilin pemberian tetangganya. Kondisi itu dikarenakan tidak adanya aliran listrik yang menerangi rumah lansia itu. Menceritakan hidupnya, Mak Inop tak berhenti mengeluarkan air mata yang membuat semua yang mendengar ikut terbawa suasana sedih.

“Kalau meugang kayak gini ya, cuma makan daging yang dibagikan oleh tetangga, saya sendiri sudah 12 tahun tidak pernah beli daging, hampir selama di sini,” imbuhnya.

Mak Inop mengungkapkan, tidak ada perhatian pemerintah yang ia dapatkan selain beras sejahtera (rastra). “Saya gak pernah dapat apa-apa, sedih juga melihat yang lain ada tapi saya tidak” pungkasnya.

Dalam cerita yang diutarakan Mak Inop kepada Serambi, hanya ada satu keinginannya. “Saya cuma berharap dibantu listrik, sama sumur saja sudah sangat cukup. Kalau mau dibantu memperbaiki rumah yang sudah sangat bocor atapnya alhamdulillah,” ujarnya.

Mendapat Pinangan

Baru-baru ini perempuan lanjut usia itu kabarnya mendapat tawaran dipinang seorang pria asal Desa Lhok Guci, Kecamatan Pante Cermen, Aceh Barat yang disebut-sebut bernama Tgk Husen. Nek Ramlah yang ditemui Serambi, di rumahnya tersipu malu saat ditanya bahwa sudah ada pria yang bakal menemani hari-harinya saat ini.

Spontan ia menjawab sambil tersenyum bahwa hal itu benar adanya. Ia mengatakan bersyukur atas nikmat yang Allah swt berikan kepadanya, termasuk kabar bahagia tersebut.

“Benar, ada pria yang ingin meminang saya, dua hari lalu datang ke rumah. Namun saya belum bersedia dan tidak akan menikah lagi, karena saya sudah tua dan tidak bertenaga,” ungkap Nek Ramlah.

Ia menambahkan ingin terus sendiri hingga penghujung hidupnya. Dulu ia mengaku sangat menderita hidup yang serba kekurangan, mulai mandi dengan tadah hujan, hingga ia tidur dalam kegelapan, karena tidak memiliki listrik dan sumur.

Baru-baru ini setelah diberitakan media tentang kondisi hidupnya yang serba kekurangan, sejumlah bantuan terus mengalir kepadanya. Nek Ramlah saat ini sudah memiliki sumur dan listrik sendiri atas bantuan yang diberikan kepadanya oleh para dermawan.

Bahkan sekarang ia juga sudah memiliki kompor gas dan tidak memasak menggunakan kayu lagi. Bantuan juga datang dari Bupati Nagan Raya yang datang ke rumahnya beberapa waktu lalu, ikut membayar harga tanah yang masih terutang di lokasi rumah yang ia tempati saat ini.

Nek Ramlah menyebutkan bercerita tentang kawin lagi adalah sesuatu yang menyakitkan baginya. Sebab ia mengaku pernah hidup bahagia dengan sang suami tercinta. Namun kebahagiaan itu hancur akibat ulah si wanita perebut laki orang (pelakor) yang membuat hidupnya menderita sepanjang waktu.

Karena trauma dengan masa kelam itu, saat ini ia memutuskan untuk tidak lagi bersuami, meski baru-baru ini ia didatangi seorang pria untuk meminangnya agar ia tidak hidup sendiri lagi.

Nek Ramlah tetap bersikukuh untuk tidak menikah, karena takut berdosa jika tak sanggup memasak dan mengurus suami, karena tenaganya semakin berkurang. “Biar saja saya tetap sendiri, kalau tak memasak tidak ada yang marah dan tidak ada yang mengatur, dan saya takut berdosa jika tidak sanggup melayani suami,” tutup Nek Ramlah.

Sementara Cut Ratna Dewi alias Cut Kak Beutong, tetangga Nek Ramlah mengatakan, bahwa Nek Ramlah saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk menikah dengan usianya yang sudah lanjut. Sebab beliau tidak sanggup lagi melayani suami dengan usia yang semakin senja saat ini.

Dikatakannya, pria yang datang melamar Nek Ramlah bernama Tgk Husen dari Pante Cermin, namun keinginan pria itu ditolak Nek Ramlah. Bahkan sebelum Tgk Husen datang meminang, juga ada pria dari Aceh Barat Daya (Abdya) yang datang melamar, ia juga menolaknya.

Nek Ramlah mengungkapkan sangat bersyukur atas bantuan yang selama diberikan semua pihak dan membahagiakan dirinya yang hidup sendirian. “Saat ini saya hanya ingin terus beribadah menghabiskan sisa hidup ini,” tutur Nek Ramlah.

 

Loading...
loading...

Leave a Comment