Mengapa Tak Boleh Menyakiti Hati Orang Lain? Karena Hanya Akan Merugikan Dirimu Sendiri!

Manusia memang tempat kesalahan. Maka sudah pasti, tidak ada seorang pun di dunia ini yang tak pernah berbuat salah. Tapi orang yang bijaksana adalah orang yang selalu belajar dari kesalahan, mengakui kesalahan, menyesali dan berupaya untuk tidak  melakukan kesalahan yang sama.

Tapi ada juga orang yang bersikap sebaliknya. Dia sadar sedang berbuat salah, tapi tidak mau mengakui bahwa dia sedang salah bahkan tidak punya greget untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Kalau kesalahan itu hanya merugikan diri sendiri, mungkin tidak terlalu menjadi soal. Tapi lain jika kesalahan itu melibatkan orang lain. Apalagi sampai merugikan dan menyakiti orang lain.

Sekarang coba deh kita sejenak melihat ke dalam diri sendiri. Ingatlah bagaimana selama ini lisan kita bertutur. Ingat apa yang dilakukan tangan dan kaki ini. Ingat niat-niat apa yang ada di dalam hati. Adakah semua itu berbuntut pada hal-hal yang merugikan orang lain? Adakah sikap dan tutur kita yang membuat orang lain sakit hati?

Kawan, nyawa masih di kandung badan. Artinya Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk mengubah sikap. Coba lihat di sekitar kita. Begitu banyak kabar mengejutkan dari sahabat, saudara atau keluarga yang dengan tiba-tiba harus menghadap sang Pencipta. Serem? Tidak. Ini membuka mata kita bahwa hidup kita ini hanya sementara. Jangan sampai, kita meninggalkan catatan-catatan buruk di hati orang yang mengenal kita selama hidup di dunia.

Jika kamu tak mau disakiti, jangan  kamu menyakiti

Kamu pasti tidak mau kan disakiti orang lain. Kamu tahu betapa tidak enaknya diomongin dari belakang, dijutekin, dikasarin atau dihianatin. Jadi, jika kamu tidak mau orang lain melakukan hal-hal itu terhadapmu, kamu juga tidak boleh melakukannya terhadap orang lain. Intinya, apa-apa yang membuatmu sakit hati, janganlah kamu lakukan terhadap orang lain. Damai kan?

Tidakkah kamu hawatir jika dia mengadu kepada Tuhan dan mendoakan hal buruk terjadi padamu?

Sudah tahu kan, Tuhan sangat mendengar doa dari orang-orang yang tersakiti. Jadi, ingatlah selalu hal ini sebelum kamu menyakiti dan mengganggu orang lain. Tidakkah kamu khawatir jika dia mengadu kepada Tuhan betapa kamu telah bersikap buruk dengannya. Kemudian keluar doa-doa buruk dari hati terdalamnya. Mungkin dia tidak berdoa agar kamu celaka, tapi rintihan kesakitan yang diadukan ke Tuhan sangat cukup membuatmu mendapat balasan yang setimpal. Atau lebih.

Ketika kamu berbuat keburukan, maka nanti kamu akan menerima keburukan yang lebih buruk lagi

Kamu akan menuai apapun hasil dari perbuatanmu. Ketika kamu berbuat baik, maka kamu akan mendapatkan kebaikan yang berkali lipat. Begitu pula sebaliknya. Ketika kamu berbuat keburukan, maka kamu akan menerima keburukan yang jauh lebih besar. Jadi berhati-hatilah. Jika saat ini kamu membuat orang lai  sakit hati atas sikapmu, aka nanti kamu akan lebih disakiti dan dikecewakan oleh orang lain.

Saat ini kita masih punya kesempatan untuk berbenah diri, tapi siapa yang bisa menduga apa yang terjadi esok hari?

Jangan merasa aman. Karena orang tidak ada yang tahu apa yang terjadi beberapa saat ke depan. Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan hidup sehat dan bahagia dalam waktu yang lama. Maka, mumpung kita masih bisa bernafas, bisa makan enak, bisa tersenyum lebar, mulailah isi hari dengan sikap-sikap yang positif. Lakukan hal-hal yang tidak menyakiti orang lain. Jangan sampai kita tidak lagi punya waktu untuk memperbaiki diri. Saat ini kamu masih punya semua kesempatan itu. Tapi besok? Belum tentu.

Mumpung masih ada kesempatan, minta maaflah

Jadi, ingatlah, kepada siapa saja kamu pernah membuat orang sakit hati. Kepada siapa saja kamu pernah membuat orang menangis. Kepada siapa saja kamu membuat orang sedih. Lalu, minta maaflah. Minta maaf tidak membuatmu lemah. Tapi minta maaf akan membuatmu lega dan terbebas dari rasa bersalah.



Loading...
loading...

Leave a Comment