Mulai Sekarang Wajib Pakai KTP Untuk Membeli Kondom

Maraknya penggunaan alat kontrasepsi kondom di tempat esek-esek, membuat BKKBN gerah. Alat penunda kehamilan yang seharusnya hanya digunakan pasangan sah yang sudah menikah itu, disalahgunakan untuk berbuat maksiat.

Oleh karena itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Nofrijal, berharap agar semua pembeli kondom terdata melalui KTP mereka. Setiap masyarakat yang belanja harus jelas identitasnya, cukup umur, dan sudah menikah.

“Saya miris kalau fungsi alat kontrasepsi disalahgunakan untuk berbuat asusila,” katanya kepada Singgalang di sela-sela acara Musda II koalisi Indonesia untuk kependudukan dan Pembangunan (koalisi kependudukan) Sumbar dan seminar dinamika kependudukan dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Hotel Ibis Padang, dikutip dari Singgalang, Jumat (4/3/2016).

Agar tidak terjadi lagi, maka apotek atau instansi-instansi yang mendistribusikan kondom, harus memiliki daftar nama para pembelinya. Hal ini sangat berguna, agar kondom tak lagi disalahgunakan dan dijual pada orang yang berhak.

“Kondom merupakan alat menunda kehamilan yang tidak boleh jatuh pada sembarang orang. Saya mendukung jika Pemda setempat membuat Perda agar penjual kondom tidak bebas untuk semua orang,” ujarnya.

Saat ini, untuk mendapatkan kondom sangatlah mudah. Hampir semua apotik menjual kondom dan bisa dibeli oleh siapa saja.

Selain apotek, kondom juga didistribusikan oleh LSM tertentu, untuk alasan mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS. Dalam mendistribusikan kondom, mereka tak pandang bulu, walau pada pasangan yang tak sah sekalipun.

Loading...
loading...

Leave a Comment