Niatnya Menghalau Pengendara di Perlintasan KA, Polisi ini Malah Tewas Disambar Kereta

Kehilangan Anggota Terbaiknya membuat Polres Jombang kini tengah dirundung duka mendalam. Bripda Sheriff Gagah, petugas Satlantas Polres Jombang tewas setelah tersambar Kereta Api Bangunkarta, di Desa Plosorejo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Sabtu petang (16/12/2017).

Saat kejadian, korban sedang mengatur arus lalu lintas di perlintasan kereta api di desa setempat. Ketika itu korban hendak menghalau pengendara yang hendak menerobos palang pintu perlintasan kereta. Namun nahas, ia tak menyadari ada kereta yang melintas hingga akhirnya tubuh tersambar kereta.

Ucapan belasungkawa pun mengalir untuknya. Di media sosial, netizen juga ramai mengucapkan belasungkawa untuk Gagah. Akun Instagram resmi Polres Jombang mengunggah beberapa foto ucapan belasungkawa kepada Gagah.

Akun @polresjombang ini juga mengunggah foto terakhir Bripda Sheriff saat melakukan pengaturan lalu lintas untuk terakhir kalinya.

Ada juga foto saat Bripda Sherrif sedang mengantar anak sekolah menyebrangi jalan.

"selamat jalan bripda Sheriff, semoga tenang disisiNya, 
Terimakasih atas pengabdianmu selama ini. "Bripda Seriff Gagah, terserempet kereta api di bandarkedungmulyo saat melakukan giat pengaturan lalulintas antisipasi penumpukan kendaraan saat weekend." tulis akun @polresjombang dalam keterangan fotonya itu.

Netizen pun ramai-ramai mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Bripda Sheriff.

polresjombang

Dikutip dari Surya, menurut keterangan dari Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Bripda Sherif Gagah usai melakukan melakukan kegiatan ‘contra flow’ karena arus lalu lintas di kawasan tersebut padat.

Saat pengaturan arus tersebut, palang pintu perlintasan menutup karena ada KA Bangunkarta hendak melintas dari arah timur.

Namun pada saat yang sama beberapa pengendara motor dari arah Nganjuk tujuan Jombang terlihat hendak menerobos palang pintu perlintasan tersebut.

“Bripda Sherif berinisiatif untuk menghalau mereka. Namun nahas Bripda Sherif malah tersambar kereta api karena jaraknya terlalu dekat dengan perlintasan," jelas Agung kepada Surya.

Agung menjelaskan, pengaturan arus lalulintas di kawasan tersebut dilakukan sejak pukul 16.00 WIB dan pukul 17.30 WIB terjadilah kecelakaan yang memakan korban jiwa seorang polisi.

Begitu terjadi kecelakaan, beberapa warga dan Brigadir Abdul Rohman rekan anggota polisi dalam pengaturan arus lalu lintas tersebut, langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat, RSUD Kertosono, Nganjuk.

"Tetapi takdir berbicara lain, korban meninggal dunia," imbuhnya.

Agung menjelaskan, dedikasi dan tanggung jawab Bripda Sherif patut diteladani bagi seluruh anggota Polres Jombang.

"Demi melayani dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat, nyawa pun siap dikorbankan," ungkapnya.

Selamat Jalan Bripda Sherif, semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah.

Loading...
loading...

Leave a Comment