Sering Dibully, fans Running Man asal Indonesia ini malah dinikahi cowok Korea

Sekali lagi kita semua disadarkan, bahwa urusan jodoh telah diatur oleh Tuhan bagi setiap insan. Jika Tuhan sudah berkehendak, maka itulah yang akan terjadi. Seperti kisah cinta satu ini, kisah Vera Nanda dan Park Jun.
 
Kisah Nanda dan Jun mungkin tak akan banyak orang percayai, bagaimana bisa seorang perempuan asal Indonesia yang selalu diremehkan karena masalah berat badan bisa menikah dengan pria tampan asal Korea Selatan.
 
Untuk kamu-kamu pencinta drama atau reality show asal negeri gingseng itu mungkin sudah hapal betul bagaimana perawakan seorang pria asal Korea Selatan. Tak sedikit kaum perempuan Indonesia yang menggandrungi artis-artis Korea Selatan. Bahkan di antara mereka sampai bermimpi bisa memiliki pasangan pria Korea.
 
Namun, kisah Nanda dan Jun bukan hanya sekadar ‘karena aku ngefans kamu terus aku suka sama kamu dan ingin jadi pasangan kamu’.. Lebih dari itu, kisah Vera dan Jun telah membuktikan bahwa cinta sejati menerima semua kelebihan serta kekurangan sang pasangan.

Vera Nanda Putri, merupakan wanita yang amat menggemari program-program hiburan dari Korea Selatan. Demam Korea rupanya juga menjangkiti wanita kelahiran tahun 1988 tersebut. Meski demikian, Nanda tak pernah sekali pun berpikir akan benar-benar menikahi pria Korea.

Hingga di tahun 2015, ia pergi ke Seoul untuk mempelajari Bahasa Korea. Nanda mengambil kelas bahasa di Seoul National University sejak pertengahan tahun 2015. Pada akhir tahun 2016, ia bertemu dengan seorang pria bernama Jun. Jun merupakan seorang desainer grafis.
Sejak itulah kisah asmara antara Nanda dan Jun dimulai.

Meski keduanya sama-sama memiliki rasa sayang, tapi Nanda saat itu tak berpikir akan menikah dengan Jun karena perbedaan agama yang ada. Di luar dugaan, Jun justru menunjukkan keseriusannya dengan Nanda.

Melalui telepon, Jun pun menghubungi ayah Nanda dan mengutarakan niatnya untuk mempersunting anak gadisnya itu. Keseriusan yang ditunjukkan oleh Jun itu rupanya membuat Nanda tersentuh.

Tak hanya itu, Jun juga mulai tertarik mempelajari Islam. Setiap seminggu sekali, Jun menyempatkan diri mempelajari agama Islam. Hingga ia akhirnya secara resmi melamar Nanda.

Persiapan pernikahan mereka menemui banyak halangan karena Nanda yang masih belajar di Korea tak bisa mengurus segala keperluannya di indonesia.
 
“Halangan banyak karena pada saat itu saya masih sekolah, jadi nggak bisa urus semua dokumen sendiri di Jakarta, mulai dari baju, undangan semuanya saya nggak bisa urus sendiri. Karena saya harus stay di Korea belum bisa pulang jadinya kakak dan teman-temannya yang urus. Untuk baju pengantin sendiri kami video call sama designer-nya, ngukurnya juga ngukur sendiri. Karna kalo sewa "sorry no size" ha-ha-ha-ha,”kata Nanda.
 
Setelah semua dokumen siap dan urusan di Korea bisa ditinggalkan, Nanda memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Disinilah, sekali lagi Jun menunjukan sikapnya yang membuat hati para perempuan luluh. Jun melamar Nanda tepat beberapa hari sebelum kepulangannya ke Jakarta.
 
“Beberapa hari sebelum pulang ke Jakarta Jun melamar, ha-ha-ha-ha, ngajak nikah. Padahal dokumen udah disiapin baru dilamar. Selang satu bulan saya pulang ke Jakarta, dia menyusul saya untuk persiapan semaunya kaya fitting baju, lapor ke kedutaan Korea, dan lain-lain. Empat hari berselang keluarga dan teman-temannya datang ke Jakarta untuk melamar secara resmi ke keluarga saya,” tutur Nanda.

Jun menemui keluarga besar Nanda di Jakarta dan mengadakan acara lamaran secara adat Indonesia. Pasangan ini kemudian menikah pada 27 Februari 2017 lalu.

Pernikahan mereka pun digelar dengan unik. Keduanya memutuskan untuk mencampur antara adat Minang dan Korea Selatan. Dari foto yang ada di akun Instagram milik Nanda, @veranandaputri, keduanya terlihat menggunakan baju adat Hanbok dengan latar pelaminan ala adat Minang. Meski demikian keduanya juga sempat menggunakan baju adat Minang berwarna merah.

Yang menarik, dalam salah satu foto yang diunggah Nanda, tampak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono menghadiri resepsi pernikahan mereka. SBY dan istri tampak berfoto bersama mempelai dan kedua orangtua pengantin di pelaminan. 

Perbedaan negara, budaya menjadi hal yang sering kali menjadi bahan perdebatan antara Nanda dan Jun. Namun demikian, mereka nyatanya dengan senang hati menerima segalal perbedaan itu.

“Kalo perbedaan yaaa banyaak hahaha semua keliatan pas udah nikah karna udah tinggal bareng kan. Dia super teliti, miisalnya kalau belanja furniture kalo saya ya udahlah yaaa, agak bentrok-bentrok dikit ga apa lah, kalo dia nggak, satu-satu diperhatiin warna, ukurannya cocok enggak kalo dipaduin sama warna ini? Daan laamaaa kalo milih furniture,” ujar Nanda.

Nanda pun menceritakan bagaimana reaksi dan komentar-komentar para netizen kala ceritanya menjadi viral di media sosial. Tak jarang banyak orang yang beranggapan bahwa kisahnya ini hanyalah settingan seperti yang selama ini disaksikan oleh mereka yang menggilai drama.
 
“Soal komentar netizen sih saya nggak banyak komentar he-he-he, Karena saya bukan orang terkenal juga, jadi enggak banyak yang komentar tapi ada beberapa yang positif ada beberapa yang negatif, kaya di IG kan ada yang bilangan settingan ada yang nge-bully saya, dan yaudah lah bebas sih mau gimana mikirnya,” katanya.

Selamat Nanda, semoga langgeng ya!

Loading...
loading...

Leave a Comment