Terungkap! Bayi yang dibuang di Batanghari ternyata Hasil hubungan sedarah, inilah 4 faktanya

Sebuah hubungan yang tak sepantasnya baru-baru ini membuat heboh Jambi. Hubungan sedarah atau incest terjadi antara seorang kakak berinisial AR (18) dan adiknya WA (15) hingga berujung kehamilan.

Peristiwa ini terungkap ketika warga menemukan jenazah bayi yang dibuang di perkebunan. Setelah ditelusuri, terungkaplah pelakunya adalah kakak beradik dan dibantu oleh ibu kandung mereka sendiri ketika menggugurkan janin itu. Berikut beberapa fakta yang dilansir dari Bangka Pos.

1. Hubungan terlarang ini dilakukan berkali-kali

Diketahui, perbuatan terlarang ini dilakukan berkali-kali yang akhirnya mengakibatkan WA hamil. Sang kakak yang berinisial AR (18) ini memaksa adiknya, WA (15) untuk melayaninya.

"Saat kita amankan, awalnya kedua tersangka yang merupakan menyangkal perbuatan tersebut. Namun setelah dilakukan visum mereka tidak dapat mengelak lagi," Ujar Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Dimas Arki.

Hasil pemeriksaan diketahui yang ibu dan ayah janin itu adalah kakak beradik kandung.

"Tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut di rumahnya," ungkapnya.

Dia menyebut kakak dan adik itu ternyata bukan sekali saja melakukan tindakan yang tak sepantasnya itu.

"Awalnya perempuan menolak. Namun perbuatan tersebut mereka lakukan sudah delapan kali," bebernya.

Namun, kandungan hasil hubungan terlarang tersebut digugurkan oleh WA. Janin yang masih berumur 8 bulan itu digugurkan dan dibuang ke kebun sawit milik keluarga,

Jasad janin yang diperkirakan dibuang sudah lebih kurang satu minggu itu, ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan. Diketahui janin itu membusuk dan juga bagian kepala retak, nyaris terpisah dari tubuhnya.

2. Penyebab AR cabuli adiknya

AR mengaku bahwa ia sempat mengancam dan memaksa adiknya untuk berhubungan intim. Hal ini dikarenakan ia terpengaruh video porno yang ia tonton.

Kepada wartawan, AR menceritakan awal dirinya melakukan perbuatan tersebut hingga sang adik hamil delapan bulan.

“Pertamonyo dio dag mau bang sayo pakso samo ancam akhirnyo nurut, bahkan sampe bekali kali. Sayo tepengaruh karno sering nonton video porno,” ujarnya.

Ia juga mengaku bahwa perbuatan itu dilakukan tanpa sepengetahuan orangtuanya dan dilakukan di rumah. Namun, ia mengatakan bahwa ia tidak mengetahui terkait keinginan untuk melakukan aborsi yang dilakukan oleh adik dan ibunya.

” Sayo dag tau kalo adik sayo nak ngugurkan bayi tu, sayo dag tau,” ujarnya.

3. Ibu kandung turut membantu menggugurkan janin

Sementara itu, ibu kandung dua tersangka ini adalah seorang janda. Belakangan ini juga terbukti bahwa ia turut membantu menggugurkan kandungan anaknya.

Ibu dua tersangka ini mengaku bahwa ia tega melakukan aksi itu karena panik dan juga malu dengan keberadaan bayi itu nantinya. Maka dari itu ia memilih untuk melakukan aborsi terhadap bayi tersebut.

4. Jerat pidana yang mengancam

 

Kejahatan ini membuat masing-masing tersangka terkena jeratan hukum.

AW terkena Pasal 77 ayat A junto Pasal 45 A Undang-undang Perlindungan Anak.

Baca: Ditinggal Untuk Selama-lamanya, Berikut Fakta Tentang Kanker Hati yang Diderita Ayah Olla Ramlan

Sedangkan untuk pelaku laki-laki (kakaknya) yang menyetubuhi anak di bawah umur, mendapat jeratan Pasal 81 ayat (3) junto Pasal 76 Undang-undang Perlindungan Anak.

Ancaman menyetubuhi 15 tahun untuk aborsi 10 tahun, sedangkan orang tuanya turut serta Pasal 55.

Foto Headline adalah ilustrasi.

Loading...
loading...

Leave a Comment